Upacara 'Ngaben', Mengayomi, Mengangkat dan Memaknai Budaya Lokal

by -

Bali,-

Ritual ‘Ngaben’ menjadi makna yang tersirat dari Veda dengan sifat penyebarannya yakni Mengayomi, Mengangkat dan Memaknai Budaya Lokal. Artinya, tidak merusak apa lagi menghancurkan budaya lokal.

Seperti diketahui, didalam salah satu pasal Yajur Veda dituliskan ; …”Vayur anilam amertam athedam basmantam sariram” (terjemahannya ; ” Wahai kau manusia setelah rokhmu meninggalkan jasadmu yang terbentuk dari panca maha Bhuta, secepatnya jasadmu dijadikan abu, rokh akan mendapatkan moksa.” demikian kurang lebihnya).

Maka dari itulah setiap umat Hindu yang meninggal harus diaben, jadi tidak dikubur. Namun di Bali ada penguburan sementara umat Hindu yang telah meninggal. Sistem penguburan mayat di Bali telah ada sejak jaman batu yang disebut jaman neolitium, dengan peninggalannya kita kenal dengan nama sarkopagus, itu budaya lokal.

Namun hal itu tidak dirusak bahkan diayomi dan dimaknai, makanya umat Hindu di Bali yang meninggal , ada yang di ‘aben’ langsung, ada pula yang di kubur dalam jangka waktu tertentu baru diaben. Maknanya, semua pada akhirnya ‘diaben’. Dengan demikian di Bali setiap Desa Pekraman memiliki Setra, yang dari jaman kejaman tidak pernah diperluas, sebab tidak ada mayat yang dikubur terus. (ida/mdtj ; foto ist

Leave a Reply