Pameran Tunggal "Tembang Sunyi" RB.Ali "Bukan Kampanye Politik Praktis"

by -

Jakarta,-

Ini bukan kampanye politik praktis, meskipun ada sejumlah tokoh yang sangat diperhitungkan di dalam kalkulasi politik, seperti Risma dan Ahok. Tapi ia juga menyuguhkan lima tokoh lain yang menyita perhatian masyarakat. Empat Tokoh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yaitu Abraham Samad, Bambang Widjajanto, Antasari Azhar, dan Novel Baswedan serta Munir, tokoh pejuang HAM.

Rasa hormat dan kekaguman sang perupalah, RB Ali, yang membuatnya bersemangat melukis mereka untuk pameran tunggalnya yang bertajuk “Tembang Sunyi”, di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, 3-20 Juni 2016.

Untuk pameran ini ia menyiapkan 12 karya yang masuk di dalam “arus utama penciptaannya” itu. Semua berisi figur perempuan yang terkesan sensual, yang digarap sebagai bagian integral dari penggarapan bidang warna dan garis-garis yang cenderung geometrik, dan dekoratif serta
di sana sini kubistik.

Selain itu dihadirkan sebuah lukisan ekstra besar di dalam empat panel yang total berukuran 275 x 580 cm berjudul “Bisu”. Lukisan itu dirancang oleh RB Ali dan eksekusinya dilakukan bersama teman-temannya kelompok Palang Pintu. Isinya karikatur kehidupan masyarakat saat
ini yang saling tidak mendengar.

Tajuk pameran tunggalnya yang mirip-mirip judul buku Pramudya Ananta Toer “Nyanyi Sunyi …” itu, dengan menghadirkan ke-7 tokoh tersebut sesungguhnya pemenuhan obsesi sang perupa semata. Dimana kanvasnya berperan sebagai media dokumentasi sosial, mencatat peristiwa penting di dalam sejarah kontemporer Indonesia.

RB Ali mengaku ini saat yang tepat untuk menampilkan karya-karya potret tokoh publik tersebut ke tengah masyarakat di dalam pameran tunggalnya. Ia percaya akan adanya semacam pola waktu atau siklus “muncul-tenar-redup” yang menimpa semua orang. Karena itu di samping soal
“seni” ia juga merasakan kebutuhan untuk merekam dan mencatat gejala sosial budaya yang menarik ini, yang semuanya adalah tentang “kebenaran”.

RB Ali adalah perupa kelahiran Lampung 25 Agustus 1975 yang pameran tunggal pertamanya “Memelihara Hasrat” berlangsung di Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki Jakarta tahun 2012. “Tembang Sunyi” merupakan pameran tunggalnya yang keenam.

(ist/nyg/mdtj ; foto ist

Leave a Reply