Architecture UI Fair AFAIR “The World Without Us”

by -

Jakarta,-

Architecture Fair AFAIR Universitas Indonesia merupakan pameran tahunan dari berbagai karya studi perkuliahan mahasiswa Arsitektur dan Arsitektur Interior Universitas Indonesia, dapat disaksikan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, hingga 4 Februari mendatang dengan tema kompetisi desain ‘The World Without Us’.

Karya yang ditampilkan memiliki keunggulan dalam mencitrakan perancangan arsitektur yang memiliki keharmonisan antara konsep aspek kebutuhan manusia dan lingkungannya. Karya arsitektur tersebut dikemas dengan visualisasi menarik sehingga dapat memberikan gambaran serta pengetahuan tentang arsitektur kepada masyarakat luas.

Karena itulah dalam membangun ruang hidup penting bagi seorang arsitek untuk mendalami proses berpikir mendesain sehingga mampu menggagas arsitektur secara kontekstual. Dengan demikian arsitektur tidak hanya di nilai lewat wujud fisik semata tetapi juga lewat keberadaanya yang dapat menjawab konteks dengan cara yang juga kontekstual sehingga arsitektur tersebut menjadi indah dan bermakna dengan sendirinya, papar Prof Yandi Andri Yatmo ST M Arch Ph D, selaku Kepala Departemen Arsitektur Universitas Indonesia dalam kuratorisasinya.

Sementara Kepala Galeri Nasional Indonesia, Tubagus’Andre’Sukmana menambahkan bahwa AFAIR 2016 “The World Without Us” mempresentasikan senirupa dalam gambaran yang lebih luas, dengan menyentuh dan mengangkat sisi lain dunia arsitektur yang sarat dengan bangun dan ruang. Hal tersebut mampu memberikan sajian dan nafas baru dalam melihat serta menikmati sisi artistik karya senirupa.

Salah satunya karya bertitel Green House Futuristic House (Ghina Mufida Nur Syarifa) yang berusaha untuk membuat tempat tinggal yang mempunyai “Spatral Configuration” yang convenient untuk penghuninya tinggal, baik dalam mengembangkan hobby sekaligus berbisnis didalamnya.

Melalui cara memisahkan ruang public space dan private space menggunakan green space (courtyard yang berbeda ditengah rumah) dan untuk mentrigger ide dalam berbisnis “inspirasi dari bunga” dan terwujud dengan final form rumahnya yang iconic dan sculptural (explorasi tektonik) yaitu bentuk “abstraction of flower”.

Pameran AFAIR UI juga dirangkai dengan acara Kuliah Terbuka oleh Irianto Purnomohadi (Praktisi Arsitektur) dan Talk Show bersama praktisi arsitektur (Achmad Noerzaman, Muhammad Thamrin, dan Gigih Nalendra) pada tanggal 30 Januari 2016 serta puncak dari sayembara desain “i-Shelter” pada tanggal 31 Januari 2016 di Gedung C Galeri Nasional Indonesia Jalan Medan Merdeka Timur No.14 Jakarta Pusat. (tc sulistyo; foto muller

Leave a Reply