Surealitic Samar Semar Sudiro Dari Yogyakarta ke Jakarta

by -

Jakarta,-

Setelah berpameran di Yogyakarta, medio November tahun lalu, kini Samar-Samar Semar Sudiro kembali digelar di Galeri Nasional Indonesia. Dimana perupa V.A Sudiro atau lengkapnya Valentinus Atmo Sudiro mengangkat sosok Kyai Lurah Semar Badranaya ini sebagai subyeknya. Tokoh panakawan paling utama dalam pewayangan Jawa dan Sunda. Tokoh yang berperan tidak saja sebagai pengasuhm tapi sekaligus penasihat para kesatria di kisah Mahabharata dan Ramayana.

Tokoh Semar yang merupakan asli ciptaan pujangga Jawa, bukan sekadar rakyat jelata biasa, melainkan penjelmaan Batara Ismaya, kakak dari Batara Guru, raja para dewa. Semar selalu mengingatkan untuk selalu kembali menuju jalan kebenaran. Dan dalam Samar Semar karya perupa Sudiro direpresentasikan dalam berbagai latar, bergantung pada refleksinya soal kehidupan yang selalu berubah. Baik dalam situasi mistik-kultural dengan ikon-ikon tradisional maupun dalam latar modernisasi atau dalam dinamika dari sebuah ‘kehidupan baru.

V.A Sudiro, seniman yang konsisten menekuni bahasa pelukisan representasional. Dinamika waktu dan ruangnya menjadi sebuah kekuatan atau sering dimaknai dengan lukisan surreal yang tampilannya tak nyata atau diatas atau melampaui kenyataan-kenyataan. Visualisasi yang sedemikian rupa, kerap pula dimaknai sebagai surealitic painting, dengan aura mistik.

(mdtj; foto muller

Leave a Reply