Kontes Karada Dance aJapan
Belajar Bahasa Jepang lewat Dance dan Lagu

by -

Visual Indonesia, Jakarta,-

WakuWaku Japan Corporation menginisiasi kontes menari dengan titel “Kontes Karada Dance aJapan”. Sebuah program televisi orijinal yang tayang di WakuWaku Japan, yakni “Asonde Manabu Nihongo aJapan / Let’s Enjoy! Play and Learn Japanese”.

Program pendidikan yang menyajikan pembelajaran bahasa Jepang dengan menggunakan media lagu, irama dan animasi ini menjadikan Kontes Karada Dance aJapan, sebagai cara mudah mempelajari bahasa Jepang lewat dance dan lagu sambil mengenal bagian tubuh kita. Anak-anak pun dapat menari dan menyanyi sambil mengingat nama-nama anggota tubuh dengan lagu senam “Ebikanics”, lagu orijinal program yang lirik dan lagunya diciptakan Keropons, yang sangat populer di kalangan anak-anak.

Sekaligus mengajak anak-anak menggerakkan badan secara alami sambil mengingat dan belajar bahasa Jepang. Inilah program yang bisa membuat badan sehat berkat tarian dan nyanyi.

Sebuah program edukasi untuk anak-anak yang tinggal di luar negeri supaya tidak merasa asing dengan “bunyi” Bahasa Jepang, melalui lagu, irama dan animasi yang dapat dinikmati orang tua dan anak. Sekaligus mengajak anak-anak menggerakkan badan secara alami sambil mengingat dan belajar bahasa Jepang. Inilah program yang bisa membuat badan sehat berkat tarian dan nyanyi.

Final Kompetisi Menari Karada aJapan yang menyisakan 8 peserta final dari ratusan yang mendaftar, berlangung di SD Global Islamic School, Condet, Jakarta Timur pada Sabtu (20/1). Sekaligus sebagai Ketua Dewan Jurinya yakni PR Ambassador WakuWaku Japan, Kazuhito Kosaka atau lebih dikenal dengan nama panggungnya Daimaou Kosaka dan Piko Taro, yang karyanya Pen-Pineapple-Apple-Pen menembus 120 juta viewer di youtube.

Pendaftaran dan kualifikasi Karada Dance aJapan telah dimulai sejak 25 September 2017 hingga 29 Desember 2017 lalu, di gelar di 5 sekolah seperti Jakarta International Multicultural School, SD Bhakti Mulya, SD Global Islamic School, SD Providentia, dan SD Tarakanita 2.

Kontes Karada Dance aJapan bagi Piko Taro sendiri, menjadi sarana efektif menghafal dengan cara bernyanyi dan menari. Belajar bahasa Jepang sambil menggerakkan tubuh, seperti makan nasi dengan tempura, seperti semangkuk nasi dengan lauk di atasnya pishi pishi. Bahkan dalam kaitannya dengan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia – Jepang, Piko Taro mengubah PPAP menjadi Indonesia -Jepang Best Friends.

(bc/ a yen; foto yy/fr

Leave a Reply