Cagcag Tradisional Jembrana Dalam Balutan Fashion Bali Ikat Int'l

by -

Jakarta,-

Memadukan songket khas Bali dengan fashion masa kini, menjadi alternatif untuk membuka pasar lebih luas kain cagcag tradisional Jembrana, dapat dipergunakan oleh masyarakat baik Indonesia dan mancanegara. Hal itulah yang terus diperjuangkan, Kadek Angga, untuk melestarikan warisan keluarganya di Desa Ngoneng, Jembrana, Bali melalui brand BALI IKAT International.

Saat ditemui di Inacraft 2016, JCC, Jakarta, lebih jauh Kadek Angga mengemukakan bahwa BALI IKAT International, yang dikembangkannya merupakan merk dagang bertajuk fashion dengan mengangkat budaya bali yang memiliki motif-motif kain ikat yang ber ciri khas budaya bali. Oleh karenanya BALI IKAT International coba memadukan motif-motif cagcag tradisional Jembrana seperti Bintangan Polos, Candi, Hitam Bunga, Bintangan Warna Tujo, Kran Sutera, Tumpal Antik, atau Seseh Hitam Antik, yang diaplikasikan ke dalam fashion masa kiji seperti Sabrina Top, Kemeja Tenun, Jogger Pants atau bahkan Cullote Pants.

Motif-motif cagcag tradisional Jembrana yang dibuat oleh para pengrajin rumahan di Desa Ngoneng ini, lalu di produksi di dua pabriknya, baik yang berlokasi di Bali maupun di Jepara. Hal itu dimaksudkan agar repeat order pelanggan baik dari Indonesia Barat maupun Indonesia Timur, tidak sulit dilayani

Desa Ngoneng, melalui perusahaan Sekar Ngoneng-nya merupakan ‘cag-cag tradisional’ yang didirikan sejak tahun 1997 di Jembrana – BALI, dimana dalam pembuatan kain disebut ‘songket’ itu dioperasikan oleh para ahli. dan sama sekali tidak dibuat dengan menggunakan mesin.

“Jadi, kami menjamin kualitas setiap produk yang tersedia karena dibuat dengan akurasi yang sempurna,” jamin Kadek Angga.

Sementara BALI IKAT International, sebagai upaya lebih memperluas lagi pemasaran dari produk songket tradisional Sekar Ngoneng Group dalam aplikasinya dengan fashion masa kini, baru didirikan pada November dua tahun lalu.

Oleh karenanya, Kadek Angga, sebagai pengusaha muda dan sekaligus pewaris tenun cagcag tradisional Jembrana, memandang bahwa kerajinan tradisional, kain tenun cagcag harus tetap dipertahankan sebagai warisan leluhur atau warisan budaya yang tetap dijaga. Hingga kini tak sedikit remaja puteri diwajibkan untuk bisa menenun dan secara ekomomi dalam rangka memenuhi kebutuhan keluarganya, tenun cagcag tradisional menjadi penghasilan tambahan bagi mereka.

(mdtj; foto vie/ist

Leave a Reply