Lombok 'Negeri 1000 Masjid' The World's Halal Travel 2015

by -

Jakarta,-
Mulai tanggal 19 hingga 21 Oktober 2015, digelar The World’s Halal Travel Summit di Abu Dhabi, Uni Emirate Arab (UAE). Dan Pulau Lombok jadi satu-satunya destinasi wisata di Indonesia yang masuk nominasi untuk memperebutkan penghargaan World’s Halal Travel Award 2015. Dan dari 14 kategori, pulau Lombok masuk di 2 (dua) kategori nominasi yakni World’s Best Halal Honeymoon Destination dan World’s Best Halal Tourism Destination.
Pada kategori World’s best Halal Honeymoon Destination atau Destinasi Bulan Madu Halal Terbaik Dunia, pulau Lombok bersaing dengan beberapa destinasi lainnya di dunia seperti Abu Dhabi (UAE), Antalia, (Turkey) Krabi (Thailand), dan Kuala Lumpur (Malaysia). Sedangkan pada kategori World’s Best Halal Tourism Destination atau Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia, pulau Lombok bersaing dengan 7 destinasi dunia lainnya yakni Abu Dhabi, Antalia (Turkey) Aman (Jordan) Doha (Qatar), Istanbul (Turkey), Marakech (Maroko), dan Kuala Lumpur (Malaysia).
Menurut Uji Gaffar, Direktur Promosi, Badan Promosi Pariwisata daerah (BPPD) NTB, masuknya pulau Lombok di 2 kategori tersebut dilihat dari survey kepuasan para wisatawan muslim yang datang ke pulau Lombok dan senang berada di Lombok karena setiap perhotelan atau tempat penginapan selalu menyediakan fasilitas ibadah seperti arah kiblat di setiap kamar, quran dan sajadah. Termasuk juga dari sisi makanan yang disajikan berlabel halal.
Dengan terpilihnya Pulau Lombok yang dikenal dengan pulau Seribu Masjid, menjadi hal yang luar biasa dan menjadi kebanggaan tersendiri masyarakat pulau Lombok karena telah berhasil memperkenalkan dan menjual destinasinya di mata dunia, tambah Uji.
Disamping tentunya, dukungan masyarakat Indonesia dalam pemungutan suara tahap dua penganugerahan internasional World Halal Travel Award 2015 jadi bukti wisata halal diterima dan masyarakat menginginkan pariwiasata yang mengangkat martabat.
Sementara Kepala Badan Promosi Pariwisata Daetah Nusa Tenggara Barat (BPPD NTB), Taufan Rahmadi mengatakan, pariwisata halal jadi jawaban atas kekhawatiran atas pariwisata yang selama ini hanya diasoasikan seputar minuman, obat terlarang dan seks. Dan masuknya dalam ajang bergengsi tahunan ini menjadi lompatan bagi Indonesia agar lebih diperhitungkan di mata internasional karena banyak juga warga Indonesia merupakan pelancong global.
Seperti diakui, Industri makanan dan gaya hidup halal diprediksi tumbuh enam persen hingga tahun 2020. Dalam laporan tahunan State of the Global Islamic Economy Report 2015/2016 yang dibuat Pusat Pengembangan Ekonomi Islam Dubai (DIEDC), Thomson Reuters, dan DinarStandard disebut, belanja pasar Muslim untuk perjalanan wisata mencapai 142 miliar dolar AS pada 2014. Nilai ini diprediksi akan mencapai 233 miliar dolar AS pada 2020 mendatang. Malaysia masih jadi destinasi favorit bagi para pelancong Muslim disusul Turki dan Uni Emirat Arab.
Selain itu sektor pangan halal sendiri diprediksi tumbuh 5,8 persen pada 2020 dengan permintaan pemotongan hewan di pasar makanan organik saja mencapai 100 miliar dolar AS. Untuk sektor media dan rekreasi juga diprediksi akan tumbuh 5,5 persen dalam lima tahun mendatang, meski sejumlah hal masih jadi tantangan seperti konten-konten agama yang boleh dan tidak untuk ditayangkan. Adapun sektor busana Muslim dikabarkan masih akan terus berekspansi. Sektor ini diprediksi akan tumbuh 11 persen dari total industri busana global pada 2020 mendatang.

(mdtj; foto ist.

Leave a Reply