Talkshow Jakarta Horror Screen Festival: Bioskop Buka, Film Horor kembali berjaya?

by -

Visualindonesia, Jakarta,-

Setelah hampir 7 purnama bioskop ditutup demi menghindari penyebaran virus Corona, Pemprov DKI Jakarta akhirnya mengizinkan bioskop beroperasi kembali. Namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan kuota penonton yang diperbolehkan hanya 25% dari total kapasitas.

Kumpulan Jurnalis Sinema Indonesia (KJSI) bekerja sama dengan Puisi Pagi produksi studio podcast Zonmer Official menggelar talkshow Jakarta Horror Screen Festival (JHSF) 2020 dengan tema ‘Bioskop Buka, Film Horor kembali berjaya?’.

Pada talkshow episode 13 ini ‘mencerna’ peran penting bioskop yang mulai di buka dengan keterbatasan.

Bioskop buka, masih menjadi pertaruhan untuk situasi sekarang ini, mengingat pembatasan jumlah bangku penonton yang tidak bisa diisi penuh, berdasar pada peraturan masing-masing wilayah.

Seperti yang disampaikan Ody Mulya Hidayat via selular, masih ada kiat untuk membuat produksi film, lalu mendistribusikannya via layanan Over The Top (OTT).

“Bisa juga melalui layanan bioskop online digital terbaru, yang memberlakukan pembayaran tiket seharga hampir sama dengan tiket bioskop,” ujar Ody.

Artinya orang cukup membayar tiket nonton film secara online streaming untuk menonton satu film baru, namun masa berlaku tiket tersebut hanya untuk sekali nonton film.

Setelah selesai nonton, maka tuntaslah satu tiket nonton untuk satu film, dan jika anda ingin nonton kembali film yang sama atau yang lain, maka anda harus membayar tiket nonton kembali.

Bioskop di buka, juga belum menjamin segala genre film bakal laku untuk saat ini, sepanjang pandemi masih menghantui masyarakat.

Apalagi jika kita bertanya apakah film horor bakal kembali berjaya seperti saat situasi normal, dengan di bukanya beberapa gedung bioskop?

Tak ada yang tahu, yang pasti studio film mana yang punya ‘nyali besar’ merilis filmnya di bioskop untuk saat ini?

Hanya ‘gambling’ yang tahu!

Untuk saat ini, penonton film via streaming berlangganan kian ramai.

Tanpa kecuali, film-film horor yang di rilis lewat jalur Video On Demand (VOD), yang marak di jajakan penyedia OTT.

(drel; foto gusqq

Leave a Reply