ROOTS. Indonesian Contemporary Art

by -
(Ki-ka): Joko Avianto (Peserta), Asikin Hasan (Kurator), Tubagus 'Andre' Sukmana (Kepala Galeri Nasional Indonesia), serta Herbert 'Ebet' Hans dan Febie Babyrose dari Tromarama (Peserta) - [ Foto: Muller Mulyadi ]

Jakarta,-
Dalam rangka Pameran Seni Rupa “ROOTS. Indonesian Contemporary Art”, di Frankfurter Kunstverein, Jerman, sebagai rangkaian dari Frankfurt Book Fair (FBF) 2015, Galeri Nasional Indonesia mengundang para kurator dan perupa sebelum keberangkatan ke Jerman.
Pameran yang dikuratori oleh Kurator Galeri Nasional Indonesia, Asikin Hasan dan Rizki Ahmad Zaelani, menampilkan empat perupa profesional Indonesia yaitu Joko Avianto dengan karya instalasi bambu yang spektakuler, Jompet Kuswidananto dengan instalasi kinetik menggunakan sensor gerak, Eko Nugroho dengan karya mural kaya warna, serta Tromarama—kelompok perupa terdiri dari Febie Babyrose, Herbert Hans, dan Ruddy Hatumena— dengan karya video art yang kritis dan inspiratif.
Pameran sepekan di Frankfurt Book Fair dengan mengetengahkan keragaman sastra dan budaya serta seni kontemporer Indonesia. Para panelis akan memberikan wawasan seni kontemporer Indonesia dan tantangan yang dihadapi dalam masyarakat kontemporer Indonesia.
Para perupa termasuk generasi yang mengalami masa reformasi politik penting dan perubahan sosial yang mendasar di Indonesia kontemporer. Sangat dipengaruhi oleh proses yang mendalam perubahan yang telah membentuk Indonesia selama dua dekade terakhir, karya-karya mereka mencerminkan baik hubungan yang mendalam ke akar budaya mereka dan ketegangan antara tradisionalisme dan identitas modern, hubungan lokal dan globalisme, serta universalitas dan kemajemukan. (mdtj; foto dok

Leave a Reply