Asia Student Package Design Competition di UMN

by -

Visual Indonesia, Tangerang Selatan,-

The Japan Foundation (JF), lembaga nir-laba pemerintah Jepang yang berfokus di bidang pertukaran Budaya, pada tahun 2010 lalu berinisiatif untuk menciptakan project pertukaran desain & kreativitas melalui program Asia Student Package Design Competition (ASPaC) yang bertujuan merangkul berbagai organisasi, perusahaan, pengajar, dan tenaga ahli di bidang desain untuk mewujudkan kolaborasi dan program pertukaran ilmu untuk pelajar dan mahasiswa Asia di bidang desain kemasan.

Tahun ini JF memutuskan menggelar pameran ini di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang memiliki latar belakang kuat di bidang media komunikasi. Didirikan oleh Dr. (HC) Jakob Oetama, salah satu pendiri Kompas Gramedia, Universitas ber- Akreditasi Institusi “A” ini bertujuan menjadi universitas kelas dunia berbasis ICT (Information and Communication Technology) dan memajukan siswa menjadi profesional dan enterpreneur.

Penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan semakin mendekatkan ASPaC kepada siswa Indonesia dan mendorong mereka agar lebih termotivasi serta berinisiatif untuk mengembangkannya lebih jauh. Project kompetisi ini ditargetkan bagi desainer-desainer muda Asia di bidang desain kemasan untuk merangsang kreativitas mereka yang diharapkan dapat menjadi bagian dari persiapan karir di industri desain global.

Dan lima puluh tiga karya yang dipamerkan pada pameran kali ini masing-masing menyuguhkan ide baru dan segar, yang mampu membuka wawasan publik mengenai konsep baru dalam mengemas produk sehari-hari.

Project ini diwujudkan atas kerjasama ASPaC Executive Committee, Japan Foundation dan Japan Package Design Association. Kompetisi tahunan ini mulanya hanya melibatkan pelajar dan desainer muda Jepang dan Korea Selatan saja, hingga pada akhirnya tahun 2014 ditandai sebagai tahun pertama Indonesia berpartisipasi dalam ASPaC.

Di Indonesia, The Japan Foundation Jakarta bekerjasama dengan Asosiasi Designer Grafis Indonesia (ADGI) dalam menyelenggarakan ASPaC, mulai dari proses penerimaan karya, penjurian, hingga malam penghargaan di Tokyo, Jepang.

Dan lima puluh tiga karya yang dipamerkan pada pameran kali ini masing-masing menyuguhkan ide baru dan segar, yang mampu membuka wawasan publik mengenai konsep baru dalam mengemas produk sehari-hari. Delapan negara partisipan dalam kompetisi tahun ini adalah Jepang, Korea Selatan, Thailand, Taiwan, Vietnam, Singapura, Malaysia, dan tentunya Indonesia.

Sedangkan tema kompetisi tahun 2017 adalah Challenge, dengan menghadirkan karya-karya unik desainer muda Asia yang dapat diaplikasikan dalam peluang-peluang dan nilai-nilai baru desain kemasan. Dua puluh dua karya terbaik berhak mendapatkan hadiah dan penghargaan, di antaranya Grand Prize, Excellent Award, dan hadiah-hadiah lain dari sponsor.

Lebih dari itu, masing-masing negara partisipan juga telah menentukan karya-karya desainer muda terbaiknya yang berhak meraih Merit Award. Pameran ini merupakan kali kedua diselenggarakannya di Indonesia sejak tahun 2015. Tahun ini bekerjasama dengan Universitas Multimedia Nusantara (UMN), pameran ASPaC Awards diselenggarakan 12 hingga 24 Februari 2018 di Hall A, kampus UMN, Tangerang. Selain itu pameran akan dilengkapi dengan berbagai seminar desain dari beberapa perusahaan Jepang, ADGI serta Kemeterian Perdagangan Republik Indonesia.

ASPaC akan kembali digelar di tahun 2018 ini mulai dari pertengahan hingga akhir tahun 2018, dan karya-karya terbaiknya akan dipamerkan di tahun 2019 di beberapa negara partisipan. Kompetisi terbuka bagi seluruh mahasiswa desain yang berdomisili di negara-negara partisipan. Di Asia, desainer muda Indonesia kini sudah tidak lagi dipandang sebelah mata saja oleh pihak asing, terlebih lagi kini Japan Foundation semakin giat menyelenggarakan program-program kolaborasi budaya Indonesia dan Jepang. Mengenai tema, jadwal, dan ketentuan kompetisi selanjutkan akan diumumkan melalui website dan sosial media The Japan Foundation Jakarta, atau melalui www.aspac.jp

(tjo; foto dok

Leave a Reply