28 BIKINI Ajang DKV IKJ

by -
Arswendo Atmowiloto (Budayawan & Pengamat Komik) memperlihatkan koleksi komik miliknya - Foto Muller Mulyadi

Jakarta,-

Program studi desain komunikasl visual (DKV) – IKJ segera menggelar pameran arsip perjalanan komik dan kartun karya para desainer grafis lulusan IKJ dengan tajuk “28 bikini~28 tahun bikin komik kartun di cikini” di Galeri Cipta 3, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Menurut dosen ilustrasi FSR IKJ, Beng Rahardi, di IKJ khususnya program studi DKV sudah banyak komikus dan kartunis yang aktif berkarya di media cetak maupun media maya. “Secara tidak langsung menyuburkan kreativitas berkarya komik dan kartun, mereka menciptakan suasana chemistry yang membenttuk atmosfir kondusif untuk ekplorasi berkarya,” katanya di ruang rapat seni rupa IKJ.

Turut hadir budayawan Arswendo Atmowiloto yang menyerahkan seluruh koleksi komiknya kepada Akademi Samali, untuk selanjutnya Akademi Samali menandatangani surat perjanjian dengan Pusat Studi Komik Kartun DKV IKJ.

“Untuk menjalin kemitraan dalam penelitian komik komik yang saya hibahkan,” ungkap Arswendo.

Dalam kesempatan lain, Iwan Gunawan, selaku Dosen Ilustrasi atau Direktur Pascasarjana juga menjelaskan bahwa pameran 28 BIKINI sekaligus menjadi laporan pertanggungjawaban ke masyarakat, disamping merupakan refleksi bagi DKV IKJ.

“ini sekaligus pijakan untuk melangkah lebih jauh dalam mengembangkan keilmuan komik kartun di IKJ,” jelasnya.

Salah satu koleksi komik milik Arswendo Atmowiloto (Budayawan & Pengamat Komik) yang diserahkan ke DKV IKJ - Foto Muller Mulyadi
Salah satu koleksi komik milik Arswendo Atmowiloto (Budayawan & Pengamat Komik) yang diserahkan ke DKV IKJ – Foto Muller Mulyadi

Beberapa milestone yang menandai kegiatan membuat komik komik kartun di IKJ yaitu koran dinding yang melahirkan kartunis seperti Beny dan Mice, perkumpulan sekte komik yang alumninya melahirkan banyak ilustrator dan komikus seperti Alfy Zachkyelle, Emte, Reza dan lain-lain.

Sedangkan Citra Smara Dewi, Dekan FSR IKJ mengatakan mereka bekerja di kampus melahirkan karya tugas dan karya karya bebas yang menjadikan ajang latihan menghadapi dunia nyata. (nda/foto muller

Leave a Reply