Pierre Senjaya Siap Kerja Keras dan Melayani Warga

by -
Pierre Senjaya, S.Kom, M.Pd

Visualindonesia, Jakarta,-

Pierre Senjaya, S.Kom, M.Pd lahir dan besar di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, masalah kebersihan, infrastruktur, jalanan rusak dan kemacetan lalu lintas menjadi perhatian utamanya jika lolos dalam Pileg 2019 nanti.

Ketua Organisasi Keanggotaan Banteng Muda Indonesia (BMI) DKI Jakarta itu maju sebagai bakal calon anggota legislatif 2019. Rencananya Pierre akan maju di daerah pemilihan (Dapil) DKI Jakarta 2.

Pada hari Selasa 17 Juli 2018 lalu, rombongan PDI Perjuangan yang dikomandoi oleh Ady Widjaja dan Prasetyo Edi Marsudi jalan kaki beriringan dengan tertib menuju kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta.

Siang hari itu mereka hadir di KPUD bersama-sama dengan segenap kader-kader terbaik partai yang siap kerja nyata, tidak takut untuk turun bersama rakyat demi memajukan dan membawa perubahan untuk daerah masing-masing.

Pierre Senjaya mengatakan dirinya memilih dapil Jakarta Utara karena ingin berkarya dan membawa kemajuan positif bagi daerah kelahirannya. “Sejak kecil saya sudah mengenyam pendidikan di Tunas Karya, salah satu sekolah unggulan di kawasan Kelapa Gading. Daerah saya ini unik, dikenal dengan surganya makanan, cari makanan apa saja pasti ada. Tapi yang menjadi tantangan saat ini adalah masalah kebersihan, infrastruktur, jalanan rusak dan kemacetan lalu lintas disebabkan adanya pembangunan LRT dalam rangka mendukung kelancaran transportasi pada Asian Games XVIII 2018,” kata Pierre di Resto Satoesoek, Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara, Senin (30/7/2018) malam.

Alasan utama Pierre ingin maju adalah agar dapat menjadi mitra warga yang siap kerja keras, bebas korupsi dan bisa diandalkan dalam menampung masalah dan menyuarakan aspirasi dari warga di wilayah Kelapa Gading, Koja, Cilincing dan Kepulauan Seribu.

“Agar semakin banyak Wakil Rakyat yang benar-benar kerja keras, siap melayani warga, dan yang paling penting adalah bersih anti korupsi. Kenapa anti korupsi? Supaya enak makan, enak tidur dan hidup tenang,” tegasnya.

Ditambahkan Pierre, menarik anak muda agar punya ketertarikan menggunakan hak suaranya bisa dilakukan dengan menampilkan program yang kreatif dan tak sekadar mengandalkan medsos. “Yang pasti kalau di BMI dibuat berbagai macam program yang kreatif. Karena saya kebetulan di bidang organisasi dan keanggotaan, jadi tugas saya adalah mensosialisasikan BMI seluas-luasnya, khususnya di wilayah Jakarta, bersama dengan tim Sosial Media, juga tim Hubungan Masyarakat,” pungkas Pierre.

(fr; foto ist

Leave a Reply