LPP TVRI Sukses Raih Predikat WTP

by -

Visualindonesia, Jakarta,-

Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) untuk pertama kalinya memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sebagai lembaga negara yang bergerak di bidang penyiaran, TVRI mampu meraih prestasi yang prestisius.

Anggota III BPK Achsanul Qosasi memberikan apresiasi yang tinggi kepada TVRI. Kendati demikian dia menjabarkan, terdapat beberapa catatan yang diberikan BPK yang perlu dibenahi TVRI.

“Ada beberapa catatan dari kami, dan ini harus ditindaklanjuti oleh TVRI untuk peningkatan ke depannya,” kata Achsanul, dalam kata sambutannya di Lobby GTO TVRI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (17/6/2019)

Direktur Utama TVRI, Helmy Yahya mengucapkan rasa syukur atas raihan predikat WTP yang membanggakan dari BPK.

“Alhamdulillah untuk pertama kalinya TVRI mendapat predikat WTP. Kami berterima kasih atas peran serta dari seluruh stasiun daerah maupun berbagai pihak, termasuk Komisi I sehingga TVRI mencapai Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan LPP TVRI Tahun 2018,” ujar Helmy.

Helmy menambahkan, untuk mencapai WTP bukanlah perkara mudah. Sebelumnya, LPP TVRI memperoleh opini Disclaimer (Tidak Memberikan Pendapat) selama 3 tahun berturut-turut pada Tahun 2014 hingga 2016. Kemudian meningkat menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP) pada Tahun 2017, dan akhirnya LPP TVRI mendapat predikat WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada Laporan Keuangan LPP TVRI Tahun 2018.

Opini BPK atas Laporan Keuangan tertinggi (WTP) kepada LPP TVRI pada tahun 2019 ini, merupakan hasil perjuangan yang dilakukan oleh dewan pengawas, direksi dan seluruh karyawan baik di Pusat maupun di daerah dalam memperbaiki tata kelola khususnya keuangan.

Raihan predikat WTP ini menunjukkan bahwa Laporan Keuangan LPP TVRI Tahun 2018 telah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah, terdapat Kecukupan Pengungkapan (Adequate Disclosure), sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memiliki pengendalian intern yang efektif.

Prestasi ini menjadi tolok ukur telah terjadinya transformasi di lingkungan TVRI terutama di bidang keuangan seperti pengelolaan anggaran yang lebih transparan dan akuntabel serta kualitas belanja modal yang lebih baik. Berikutnya mampu menghadirkan program-program acara televisi yang berkualitas dan diminati masyarakat dan menjadi tonggak bagi keberhasilan LPP TVRI sebagai media pemersatu bangsa.

“Reformasi birokrasi dan rebranding TVRI merupakan prioritas yang telah dimulai tahun lalu dan ditingkatkan tahun ini untuk mengejar percepatan dalam transformasi di lingkungan LPP TVRI,” ujar Helmy.

Peningkatan kedisiplinan pegawai dan perubahan layar sudah mulai nampak, serta kepedulian masyarakat juga semakin meningkat dengan adanya berbagai kritik dan saran tentang program acara yang ditayangkan oleh TVRI.

Hadirnya siaran olah raga bulutangkis dan sepak bola dunia merupakan awal kembalinya TVRI menjadi TV Publik yang menyediakan siaran berkualitas untuk masyarakat. Kesuksesan menyelenggarakan Debat Calon Presiden, siaran Pemilu dan menjadi TV Pool pada berbagai kegiatan kenegaraan juga menunjukkan kembalinya kepercayaan stake holder kepada TVRI.

Berkat raihan predikat opini WTP, Komisi I DPR RI menaikkan anggaran Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI sebesar Rp224 miliar. Sebelumnya, LPP TVRI mendapat anggaran dana Rp950 miliar.

“Kenaikan dana Rp224 miliar, menjadikan total anggaran sebesar Rp1,3 triliun setelah laporan keuangan LPP TVRI sudah dinyatakan WTP,” kata Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari.

(drel; foto mm

Leave a Reply