Lewat Lagu ‘Parung Panjang Menangis’,
Cara Nina Hasyim Protes Kondisi Lingkungan

by -
Caca Handika dan Nina Hasyim - Foto MM

Visualindonesia, Jakarta,-

Bagaimana jika sebuah wilayah di kepalai seorang musisi? Pasti sangat menarik. Nah.. berbahagialah Parung Panjang karena memiliki seorang kepala desa yang juga seorang penyanyi.

Merasa prihatin atas kondisi dan keadaan jalan di kawasan Parung Panjang dan sekitarnya. Hj Nina Kurniasih alias Nina Hasyim, penyanyi senior yang kini menjadi Kepala Desa Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, merilis lagu dangdut melayu bertajuk ‘Parung Panjang Menangis’ dan jadi viral di youtube.

‘Parung Panjang Menangis’ merupakan curahan hati dari masyarakat Parung Panjang dan sekitarnya di mana mereka menjadi korban dari keangkuhan perusahaan tambang pasir.

Caca Handika dan Nina Hasyim – Foto MM

Menurut Nina, jalan raya Parung Panjang merupakan jalan provinsi yang dipenuhi ribuan truk besar setiap harinya. Akibatnya jalanan menjadi rusak, berdebu dan menyebabkan penyakit ispa.

“Itu sebetulnya sebuah keluhan masyarakat Parung Panjang, saya sebagai kepala desa menyampaikan apa yang menjadi keluhan masyarakat tentang kondisi jalan yang sangat memprihatinkan, banyak debu, kemacetan. Itu kan jalur provinsi, seharusnya tidak seperti itu,” tutur Nina Hasyim saat ditemui di bilangan Senayan, Jakarta, Senin (13 /8).

Nina telah menyampaikan keluhan masyarakat Parung Panjang ini kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, bahkan sempat melakukan audiensi dengan DPR RI. Namun sayangnya upaya-upaya itu belum juga membuahkan hasil.

Nina kemudian mengangkatnya ke dalam sebuah lagu dan meminta sahabatnya, Astrid untuk membuatkannya. Ia berkeyakinan kritik sosial melalui lagu akan memiliki dampak positif.

lagu itu bukan sekedar keluhan Nina sebagai pejabat negara, tetapi juga keluhan masyarakatnya.

“Biasanya kalau melalui lagu cepat ya (direspons), harapan saya seperti itu,” ujar Nina Hasyim.

Sementara Caca Handika, sahabat Nina yang sudah sepanggung sejak tahun 1987 itu juga ikut merasa prihatin, menurutnya, lagu itu bukan sekedar keluhan Nina sebagai pejabat negara, tetapi juga keluhan masyarakatnya.

“Bayangin aja jalan di sana seperti apa. Tadinya peruntukannya untuk masyarakat malah dipakai untuk jalan proyek tambang. Orang di sana saya yakin tidak bisa jemur baju di depan rumah, pasti tidak bisa. Ini kok lebih kotor dari sebelum dipakai, itu fakta yang saya lihat,” tutur Caca Handika.

Caca Handika pun mengatakan dirinya sangat mengapresiasi langkah Nina Hasyim yang mengekspresikan keluhan masyarakat Parung Panjang lewat lagu dengan harapan upaya tersebut bisa menarik perhatian masyarakat luas dan pemerintah sehingga menggerakkan mereka untuk memperbaiki kondisi lingkungan.

(ayen; foto mm

Leave a Reply