Mengenal Pusat Pengembangan Perfilman Indonesia

by -

Jakarta,-

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memiliki unit kerja baru setingkat eselon 2 yang memiliki tugas khusus dalam mengembangkan perfilman Indonesia, yaitu Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm).

Dan Maman Wijaya dilantik selaku Kepala Pusat yang pertama. Ia seorang widyaiswara sekaligus doktor lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Sebelumnya Pusbangfilm Kemendikbud dipimpin (plt) Ari Santoso, yang juga menjabat Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom).

Maman sadar akan perlunya konsolidasi dengan semua pemangku kepentingan, sehingga Pusbangfilm Kemendikbud bisa menjadi unit kerja yang solid, baik ke dalam (internal) maupun ke luar (eksternal). Disamping beberapa agenda penting terkait pengembangan dunia film Indonesia.

“Konkretnya kita akan menyesuaikan peraturan-peraturan yang sudah ada dan masih perlu penyesuaian. Kemudian yang belum ada peraturannya kita buat. Kita juga akan mendorong pengusaha untuk membuat bioskop dengan bekerja sama dengan pemerintah daerah. Kualitas film juga harus ditingkatkan,” katanya.

Bahkan secara khusus Maman mendapat pesan agar film Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan di negara lain. Karena Film memiliki potensi sangat besar untuk mengkonstruksikan pandangan kolektif bangsa.

Tugas dan fungsi Pusbangfilm sesuai Permendikbud Nomor 11 Tahun 2014 bahwa Film menjadi instrumen penting bagi pendidikan dan kebudayaan.

Dengan kata lain, Film jadi bagian yang harus bisa mendidik masyarakat. Sekarang mengadopsi film masuk ke ranah pendidikan memang sudah saatnya. Apalagi tema pembangunan pendidkan 2016 adalah daya saing regional. Sekaligus menjadikan Film sebagai diplomasi budaya, Itu bagian yang menarik, tukasnya. ( mdtj; foto ist

Leave a Reply