"Filosofi Cinta NiLuh Djelantik untuk Sepatu Dunia"

by -

Jakarta,-

Bagi para wanita penggemar sepatu, desain Niluh Djelantik, menjadi jaminan kenyamanan di industri mode dunia, khususnya hak tinggi alias high heels sehingga mendapat tempat istimewa.

Itulah filosofi cinta Ni Luh Djelantik terhadap sepatu yang tak penah diperolehnya secara nyaman untuk dirinya. Lantaran kehidupannya yang getir dan keras bersama ibunya sebagai orangtua tunggal.
Atas kesederhanaan itulah yang membuat Niluh berangan-angan untuk dapat memiliki sepatu yang tidak saja pas di kaki namun juga nyaman.

Tapi, hasrat pembaca setia novel-novel karya John Grisham ini tak pernah lepas dari alas kaki. Desain sepatu-sepatu cantiknya terus bermetamorfosis. Semuanya handmade untuk menjaga kualitas, papar penggemar alas kaki karya Manolo Blahnik dan Christian Louboutin ini.

Niluh tetap fokus ke pembuatan sepatu dengan tumit antara 10 cm hingga 12 cm. Menurut Niluh, sepatu tumit tinggi yang baik adalah sepatu yang tetap nyaman dipakai meski sudah dipakai selama 8 jam, bukan 10 menit. Itu sebabnya, Niluh begitu peduli pada proses pembuatannya. Karena kualitas produk jauh di atas kuantitas.

Koleksi desain sepatu Niluh
disukai desainer-desainer internasional dan dari situlah hubungan profesional mendesainkan sepatu untuk perancang-perancang busana dunia seperti Nicola Finetti, Shakuhachi, Tristanblair, dan Jessie Hill terjadi.

Sejumlah selebriti Hollywood papan atas pun seperti Uma Thurman, supermodel Gisele Bundchen dan Tara Reid, dan Robyn Gibson (mantan istri Mel Gibson) menjadi pelanggan fanatik koleksi Niluh.

Niluh mengakui inspirasi merancang sepatu didapat dari mana saja, baik pada saat sedang membaca buku favorit yang membahas arsitektur dan interior desain maupun ketika berada bersama para pembuat sepatu.

Kini Niluh kembali ke belakang layar dengan berkonsentrasi memproduksi sepatu untuk desainer asing. Niluh kembali mencoba peruntungan di bisnis sepatu. Kali ini ia berjuang sendiri dengan memproduksi sepatu bermerek “Niluh Djelantik”.

High heels buatannya melanglang buana kembali di berbagai negara seperti Eropa, Australia dan Selandia Baru. Bahkan Julia Robert telah memakai produknya saat pembuatan film ‘Eat Pray Love’ di Bali. Label baru ini bahkan telah menembus Globus Switzerland serta di Rusia.

Best Fashion Brand & Designer The Yak Awards in 2010 diraihnya, Nominator Ernst & Young for Ernst & Young Entrepreneurial Winning Women 2012 Awards, dan sebagainya.

“Kebahagiaan itu tidak semata-mata dinilai dengan uang,” tegas Niluh. Karena kebahagiaannya adalah saat seorang wanita merasa nyaman memakai Niluh Djelantik. Lantaran semua itu dibuat dengan cinta.

(*ist/mdtj ; foto ist.

Leave a Reply