Blue Band Master “Oleh-oleh” Kembangkan Potensi
Industri Bakery, Pastry dan Pariwisata Indonesia

by -

Jakarta, –

Tiga kreasi ‘oleh-oleh’ terbaik dari setiap provinsi berdasarkan voting masyarakat melalui website www.masteroleholeh.com, selama periode 1 September – 31 Oktober 2016, di November 2016, memasuki tahap penjurian semifinal untuk kemudian dipilih satu pemenang tiap provinsinya. Dan tiga pemenang utama final Blue Band Master ‘Oleh-Oleh’, baru akan diumumkan Desember 2016, berdasarkan dari rasa, tampilan, dan keunikan.

Dewan juri yang akan menilai diantaranya Dadang Rizki Ratman selaku Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia; Chef Rahmat Kusnedi, pastry chef yang telah menggeluti dunia baking di Indonesia selama 20 tahun; dan Trinity, traveler dan penulis buku seri ‘The Naked Traveler’ yang telah berkelana hampir ke seluruh provinsi di Indonesia dan 73 negara di dunia.

Membawakan ‘oleh-oleh’ untuk keluarga dan kerabat sepulang dari perjalanan telah menjadi tradisi yang tidak hanya mengakar kuat dalam masyarakat, tapi juga menjadi salah satu faktor pendukung perekonomian Indonesia. Atas potensi itulah Unilever Food Solution (UFS) menghadirkan Kompetisi Blue Band Master
“Oleh-Oleh”.

Ajang ini diperuntukkan bagi para pelaku industri bakery dan pastry dari Sabang hingga Merauke untuk menyalurkan kreativitas dalam menciptakan ragam kreasi oleh-oleh khas nusantara, dan tentunya sangat berkait erat dengan pariwisata Indonesia, jelas Thomas Agus Pamudji, Managing Director Unilever Food Solution PT Unilever Indonesia Tbk.

“Para pelaku industri bakery dan pastry berperan penting menghadirkan sajian oleh-oleh khas masing-masing daerah Indonesia dan dapat berkontribusi mendorong sektor pariwisata dan perekonomian daerah tersebut. Disamping fakta menyebutkan tiga dari empat orang Indonesia memilih produk makanan atau kue sebagai oleh-oleh. Kompetisi ini juga sejalan dengan strategi Unilever Sustainable Living Plan yang memiliki visi memberikan penghidupan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia, terutama para pelaku industri bakery dan pastry,” tambahnya.

Dadang Rizki Ratman selaku Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menjelaskan, “Dengan 34 provinsi, Indonesia menyimpan banyak keragaman citarasa oleh-oleh yang khas di tiap daerah. Kekayaan kuliner, termasuk oleh-oleh, dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan selain beragam destinasi yang menawarkan keindahan alam, hiburan, dan lainnya. Menurut survey di tahun 2016, sekitar 98% masyarakat membeli oleh-oleh saat berlibur. Jadi bila kita dapat mengembangkan potensi industri oleh-oleh di setiap daerah Indonesia, maka sektor pariwisata daerah tersebut pun akan berkembang, dan kontribusi tehadap perekonomian semakin besar. Peningkatan ekonomi masyarakat dilain pihak akan semakin mendorong kemampuan masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata dan berbelanja oleh-oleh khas Nusantara. Jadi potensi industri seputar oleh-oleh ini memang sangat besar.”

“UFS berharap kompetisi Blue Band Master Oleh-Oleh ini mendapatkan apresiasi yang besar dari pelaku industri bakery dan pastry sehingga mampu memperkenalkan potensi kuliner oleh-oleh khas nusantara, sekaligus turut berkontribusi dalam pengembangan industri pastry dan bakery serta pariwisata di Indonesia. Ini merupakan langkah awal untuk memajukan kuliner oleh-oleh Indonesia,” tutup Thomas.

(vie/mdtj; foto ist

Leave a Reply